Blognya aeykyu_: [Tips] Cara membuat bibit jamur tiram

Minggu, 27 Januari 2013

[Tips] Cara membuat bibit jamur tiram

Cara membuat bibit jamur tiram memang terbilang sulit karena membutuhkan keahlian khusus, ketelitian yang tinggi, peralatan yang steril, tempat dan lokasi yang bersih. Cara dan media yang di gunakan dalam membuat bibit jamur tiram juga berbeda-beda, ada dengan cara menggunakan PDA, jagung, padi, gandum, serbuk kayu dan media lainnya. Pada intinya kualitas misilium bibit jamur tiram di tentukan oleh media dan cara membuat bibit bibit jamur tiram itu sendiri.

cara membuat bibit jamur tiram Teknik/ cara membuat bibit jamur tiram :

 

  1. Cara membuat bibit jamur tiram F0 (biakan murni)

Cara ini adalah yang paling utama sekali dalam membuat bibit jamur tiram, dimana kita harus memilih dan menentukan jamur tiram yang akan di ambil sporanya sebagai indukan murni/biakan murni terlebih dahulu. Disini kita bisa menggunakan bahan /media PDA (Dextrose Potato Agar). 
Dari satu botol PDA ini bisa menghasilkan sekitar 30 botol F1
Dari satu botol F1 bisa menghasilkan sekitar 50-70 botol F2
Dari satu botol F2 bisa menghasilkan 40 bagog jamur tiram putih..
Kalau diurut, jika kita berhasil membuat satu saja botol bibit PDA jamur tiram putih.., kita bisa menghasilkan 30 botol F1 untuk menjadi 1500 botol F2 yang bisa menghasilkan 60.000 baglog jamur tiram putih.. Subhanallah...
 
Cara-caranya yaitu:
Bahan:
1. Kentang dalam kondisi baik.. mulus, tidak ada bintik banyak, tidak ada noda busuk.. pokoknya yang paling bagus. Dibutuhkan 200 gram saja.
2. Dextrosa sebanyak 20gram. Dextrosa ini dapat dibeli di apotek, atau di toko laboratorium. Harganya di Malang sekitar Rp.50.000 per kg.
Contoh gambar dextrosa ukuran 1kg beli di toko laboratorium
3. Agar powder.. pilih yang bening. Dibutuhkan sebanyak 20 gram saja.
4. Air sebanyak 1 liter. Gunakan air steril, air destilasi. Bisa dengan membeli air mineral kemasan yang kualitas baik.
5. Kapas steril dan plastik tutup secukupnya.

Langkah membuat cairan PDA :
1. Kupas dengan baik kentang, lalu potong berbentuk kubus kecil2 dengan ukuran sekitar 1cm3. Timbang sehingga didapat sekitar 200 gram.
2. Cucilah kentang hingga bersih, lalu rebuslah kentang menggunakan air tadi sebanyak 1 liter air selama kurang lebih 20 menit.
3. Ambillah air rebusan tadi dan saring sebersih mungkin masukkan ke gelas ukur, dan tambah dengan air steril sehingga jumlah air menjadi pas 1 liter kembali.
4. Campurlah dalam cairan tadi 20 gram dextrosa dan 20 gram agar powder lalu aduk dengan merata dengan kecepatan normal sehingga benar-benar larut dengan baik.
5. Campuran tadi adalah cairan PDA. Masukkan cairan PDA ini di botol pipih setinggi 50-100 mm saja Lalu tutup dengan menggunakan kapas steril dan kemudian tutup dengan plastik dan diberi karet hingga benar-benar rapat.
Catatan : botol yang dipilih adalah botol pipih seperti bekas botol madu/ atau botol whiski ukuran kecil. sebelumnya botol dibersihkan dan disteril dengan merebus botol dengan air mendidih selama kurang lebih 10 menit. Memang dalam membuat bibit PDA, kebersihan, sterilisasi tempat, alat dan bahan adalah syarat utama dalam menunjang keberhasilannya.

6. Setelah itu langkah selanjutnya adalah kita mensteril cairan PDA dalam botol tadi menggunakan Autoclave selama kurang lebih 30menit-45menit dalam suhu 120 derajat C. Bagi kita yang mungkin kebanyakan tidak memiliki autoclave, bisa menggunakana panci presto bertekanan. Lama sterilisasi media dalam panci presto adalah setelah air dalam presto mendidih dan menghasilkan uap bertekanan yang ditandai panci berbunyi, pertahankan kondisi ini selama kurang lebih 45menit-60menit hingga yakin benar kondisi sudah steril betul..
7. Setelah itu, jangan langsung dibuka, biarkan mendingin hingga kurang lebih 37 derajat C. Keluarkan botol-botol tadi dan letakkan dalam posisi miring/tidur agar cairan bisa melebar dengan tujuan memperbanyak area media. Catatan, pokoknya dalam meletakkan tidur ini, jangan sampai cairan mencapai mulut botol.

Jika cairan PDA agar tadi sudah mengeras, barulah siap untuk di Inokulasikan bibit yang didapat dari jamur langsung.

Langkah Inokulasi PDA :
Yang perlu disiapkan adalah :
1. Ruang inokulasi berupa tempat tertutup dan steril, kami membuatnya dengan kotak dari kayu ukuran 0,7mx2mx0,5m, atasnya diberi kaca. Kondisi dalam dilapisi dengan tripleks melamin putih agar bersih dan steril.
2. Jarum/gagang dari stainlesssteel
3. Bunsen atau kompor spirtus
4. Kapas steril
5. Pemantik api
6. Alkohol
7. gelas steril

Langkahnya adalah :
1. Semprot ruang inokulasi dengan alkohol hingga steril.. biarkan selama kurang lebih 20 menit.
2. Masukkan semua alat ke dalamnya.
3. Siapkan dan masukkan botol-botol PDA
4. Siapkan pula jamurnya.. Pilih jamur yang baik, kondisi yang muda, tidak basah, memiliki batang tunggal yang besar dan keras. kondisi yang putih bersih.
5. Nyalakan bunzen, lalu ambil jarum/ganggang stainless tadi dan panaskan ujung ganggang tadi di api bunzen hingga panas dan berwarna merah. Ini gunanya untuk mensterilkan dan membunuh kuman
6. Dinginkan ganggang dan letakkan pada gelas yang bersih dan steril.
7. Ambil jamur (o ia, sebelum inokulasi, semprot tangan dengan alkohol dengan merata hingga benar2 steril juga) sobeklah jamur menurut arah panjangnya, letak spora yang banyak kira-kira di dekat gagang tapi masih di tudungnya.
8. Menggunakan jarum/gagang tadi, ambil potongan kecil dari jamur seukuran kira-kira 2-3mm2. Pastikan mengambilnya menggunakan ujung jarum yang sudah benar2 steril tadi dan tidak menyentuh bagian luar dari jarum.
9. Ambil botol PDA dan dekatkan dengan api bunzen, perlahan bukalah kapas (semua proses harus dekat dengan api agar pasti kondisi free dari kuman dan bakteri), lalu masukkan cuilan jamur tadi ke dalam botol PDA lalu segera tutup dengan kapas steril tadi dan juga dengan plastik dan diberi karet...
10. Sekali lagi karena penting!! SEmua proses harus dekat dengan api bunzen.

Letakkan botol PDA yang sudah diinokulasi dengan jamur tadi di ruang yang steril, bersih.
Periksa terus terhadap kontaminasi...

Jika berhasil, maka bisa dilihat dalam waktu 3-4 hari saja yang diindikasikan dengan menyebarnya miselium putih di permukaan agar PDA.
Jika miselium sudah merata seluruhnya selama kurang lebih 7 hari-10 hari, maka PDA sudah siap untuk diinokulasikan ke botol F1.
Sekali lagi, tidak perlu kecewa jika proses ini gagal. Dalam membuat 10 botol, bisa jadi 1 saja sudah Alhamdulillah.. karena sudah bisa membuat pabrik jamur tiram putih.
  1. Cara membuat bibit jamur tiram F1 (turunan dari biakan murni)

Cara membuat bibit jamur tiram di tahap ini baru bisa di lakukan setelah bibit biakan murni ada/tersedia, karena bibit yang akan di masukkan bukan berasal dari spora jamur langsung lagi, melainkan sudah berupa akar-akar misilium jamur dari F0 tadi. Media yang digunakan pun sudah berbeda dengan bibit jamur tiram sebelumnya yang menggunakan PDA, disini para petani sudah bisa dengan cara  menggunakan berbagai media/bahan seperti : jagung, padi, gandum, serbuk kayu dan media-media lainnya. Cara membuat bibit jamur tiram F1 ini juga tidak sesulit F0 dimana kita sudah bisa memasukkan misilium langsung ke dalam media tanpa harus membuat medianya terlebih dahulu seperti halnya PDA. Setelah bibit jamur tiram F1 selesai di buat kita masih bisa menurunkan bibit ke tahap berikutnya dengan cara membuat yang tidak jauh berbeda.
  1. Cara membuat bibit jamur tiram F2/ biakan dari F1

Cara membuat bibit jamur tiram F2 tidak berbeda dengan membuat bibit jamur tiram F1, hanya saja tingkat bibit yang di masukkan memang berbeda, dimana pada bibit F1 yang dimasukkan adalah biakan murni (F0) sedangkan pada bibit F2 yang dimasukkan adalah bibit F1. Bibit F2 ini sudah bisa digunakan untuk proses budidaya / di masukkan dalam baglog sebagai media tumbuh kembang jamur tiram. Jadi cara membuat bibit jamur tiram tidak lah sesulit membuat roket dan juga tidak semudah membalikkan telapak tangan.

sumber :
http://bibit-jamur-tiram-sumbar.blogspot.com
 http://jamursekolahdolan.blogspot.com

5 komentar:

  1. NUMPANG DIKIT YA BOS..

    BAGI REKAN2 YG INGIN INFO LENGKAP TENTANG CARA BUDIDAYA JAMUR TIRAM
    KLIK
    www.carabudidayajamurtiramputih.com

    BalasHapus
  2. ribet banget ya,saya butuh info manfaat dari bekas jamur tiram neh?

    http://wisatamalangbatu.com/

    BalasHapus
    Balasan
    1. log jamur bekas mungkin bisa dipakai untuk bahan bakar / pupuk ?
      saya sendiri juga belum mencoba :)

      Hapus
  3. gan agar powder itu apa ea gan

    BalasHapus
    Balasan
    1. bubuk agar mungkin?
      maaf saya juga belum tau :-D heheh

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...